MELIHAT
Setiap pagi saya disuruh ibu menyirami
bunga-bunga yang ada dihalaman rumah,agar bunga-bunga tersebut tidak mudah layu
dan selalu bermekaran. Saya senang sekali melihat bunga-bunga yang indah dengan
warnanya yang beranekaragam,ada warna merah,putih,dan kuning. warna yang paling
saya suka adalah warna merah karena warna merah memiliki banyak arti bagi
saya,warna merah melambangkan kasih sayang,warna putih melambangkan
persahabatan,dan warna kuning melambangkan kecemburuan.Ibu senang sekali
melihat saya bisa merawat bunga dengan baik,dan ibu ingin saya selalu rajin di
dalam melakukan segala aktivitas dirumah,terutama menyiram bunga.
MELIRIK
Pada hari minggu sore,saya pergi
jalan-jalan dengan teman kos saya namanya juna. Saya dan juna pergi menggunakan
sepeda motor,sewaktu kami berhenti dilampu merah kami bertemu dengan seorang
lelaki yang sangat manis dan tampan. Lelaki itu terlihat sedang buru-buru seperti
mengejar sesuatu,dan dia tidak melirik kami sedikitpun,dan dia bergegas
meninggalkan kami dengan begitu cepat dan langsung menghilang entah kemana
perginya.Dia mengendarai sepeda motornya dengan sangat laju,sehinggah kami
sulit untuk mengikutinya.Saya dan juna akhirnya pergi makan di suatu rumah
makan sederhana yang ada di pekanbaru.
MENATAP
Ibu adalah seorang yang sangat
berarti buat saya. Setiap saya bersedih ibu selalu menghibur saya dan membuat
saya tersenyum kembali. Saya dan ibu sama-sama hobby memasak,setiap ibu memasak
di dapur saya selalu menolong ibu,seperti memotong sayur,membersihkan
ikan,mencuci piring,dan masih banyak pekerjaan lainnya.Dengan menolong ibu saya
merasa bisa sedikit meringankan pekerjaan ibu.Ibu selalu menasehati saya agar
selalu berusaha dan bekerja keras untuk memperoleh sesuatu,saya selalu
mengingat pesan ibu,karena saya ingin selalu melihat senyumannya dan menatap
wajahnya yang penuh ketulusan itu.
MEMANDANG
Sesuai dengan ajaran islam maka
,orang melayu di Riau memandang kematian sebagai perjalanan menuju illahi.Dalam
pandangan orang melayu,sebagaimana sering dibentangkan dalam berbagai karya
sastra melayu akhirat adalah masa depan yang hakiki.Karena itulah dunia
kadangkala dikiaskan sebagai titian menuju akhirat sebagaimana dilikiskan dalam
kitab tujussalatin( Mahkota raja-raja). Siapa yang berlalai-lalai ditengah
titian itu benar-benar akan menjadi orang yang paling merugi.
MELOTOT
Hari itu saya pergi kepasar bersama
ibu saya untuk membeli sayur dan ikan yang akan dimasak buat makan siang.Disana
saya bertemu dengan sahabat salah satu teman SMA saya dulu yang tidak saya
sukai,dan dia terlihat sangatsombong sekali,dia tidak ada menyapa saya
sedikitpun.Ketika sayaingin mengambilsayuran yang akan saya beli,dia langsung
merebut sayuran itu dari tangan saya,dan berkata “Aku mau sayuran yang ini”dan
dia pun melototi mata saya,sayapunlangsung memarahinya,dan kemudian terjadilah
perang mulut diantara kami berdua.Ibu melihat saya berkelahi dengan perempuan
itu.ibu saya langsung mengajak saya pulang,dan akhirnya saya menuruti ajakan
ibu.
MENUTUP MATA
Tanggal 22 januari adalah hari ulang
tahun saya.Disaat itu saya sedang makan dirumah,tiba-tiba terdengar suara orang
memanggil dari luar rumah,sayapun bergegas untuk melihat siapa yang datang
kerumah,setelah saya membuka pintu,ternyata yang datang adalah teman-teman
saya.Mereka memberikan sebuah kejutan bagi saya yaitu sebuah kue ulang tahun
yang begitu indah,dan merekapun menyuruh saya untuk menutup mata sayapun bahagia sekali karena mereka masih
ingat hari ulang tahun saya. Teman-teman saya memang selalu memberikanyang
terbaik buat saya,meskipun sekarang saya jarang bertemu mereka,karena jarak
kami yang berjauhaan.Teman-teman aku ada yang kuliahdi medan.dipadang,dan
dijakarta,sehinggah kami susah untuk berkumpul bersama-sama,oleh karena itu
kami hanya bisa berkomunikasi lewat telepon ataupun twitter saja.Saya dan teman
saya tetap kompak seperti dulu dan masih tetap saling mengerti satu sama lain.
MEMBUKA MATA
Dirumah saya selalu dimarahi oleh
ibu,karena saya sangat pemalas sekali.Hari itu ibu menyuruh saya untuk belajar
memasak dengan cara menolongnya memasak di dapur,sayapun menuruti perintah ibu.Ketika
saya disuruh ibu untuk memotong bawang,dan sayapun mulai memotong
bawang,terjadilah sesuatu dengan mata saya,mata saya tidak bisa dibuka,karena
mata saya pedih akibat terkena irisan bawang disaat saya memotong bawang
tersebut.Melihat saya kesakitan ibupun terlihat panik dan menyuruh saya membuka
mata secara perlahan-lahan dan akhirnya mata sayapun sudah bisa dibuka dan
tidak terasa pedih lagi.
MENGINTAI
Pada malam hari kami sekeluarga tidur
dengan nyenyak,tiba-tiba terdengar suara berisik,dan ayah sayapun terbangun.
Ternyata ada seorang yang mengintai isi rumah saya dari arah jauh,sayapun
sempat melihat orang itu,tapi sayangnya wajah orang itu ditutup dengan topeng
warna hitam.Ketika saya melihat orang itu dari dalam kamar,orangitu langsung
lari dengan tergesa-gesa,akhirnya saya susah untuk melanjutkan tidur,karena
khawatir orang itu masih mengintai rumah saya.
MENGINTIP
Hari itu saya menjenguk teman saya
yang lagi sakit,dan saat saya memasuki rumahnya saya mendengar suara orang
menangis dari arah kamar teman saya.Dan saya mengintip dari pintu kamarnya yang
agak sedikit terbuka,disitu saya melihat seorang anak kecil yang sedang
menangis. Melihat anak kecil itu menangis saya merasa ingin sekali membujuknya
agar tidak menangis lagi.
MENGEDIPKAN MATA
Saya punya seorang teman namanya Mujiati.Hari itu saya minta dia
menemani saya untuk berbelanja disalah satu pusat perbelanjaan yangada di
Pekanbaru.Disaat kami akan menaiki Eskalator,kami berpapasan dengan seorang
cowok yang sangat tampan dan manis,dia menggunakan baaju warna hitam dan celana
jeans biru.Saya dan muji melihatnya mengedipkan mata ke arah kami,entah kepada
siapa dia mengedipkan matanya yang penting kami merasa bahagia sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar