Kamis, 03 Mei 2012

Macam-macam gerakan memandang

MELIHAT
        Setiap pagi saya disuruh ibu menyirami bunga-bunga yang ada dihalaman rumah,agar bunga-bunga tersebut tidak mudah layu dan selalu bermekaran. Saya senang sekali melihat bunga-bunga yang indah dengan warnanya yang beranekaragam,ada warna merah,putih,dan kuning. warna yang paling saya suka adalah warna merah karena warna merah memiliki banyak arti bagi saya,warna merah melambangkan kasih sayang,warna putih melambangkan persahabatan,dan warna kuning melambangkan kecemburuan.Ibu senang sekali melihat saya bisa merawat bunga dengan baik,dan ibu ingin saya selalu rajin di dalam melakukan segala aktivitas dirumah,terutama menyiram bunga.

                                                   MELIRIK
Pada hari minggu sore,saya pergi jalan-jalan dengan teman kos saya namanya juna. Saya dan juna pergi menggunakan sepeda motor,sewaktu kami berhenti dilampu merah kami bertemu dengan seorang lelaki yang sangat manis dan tampan. Lelaki itu terlihat sedang buru-buru seperti mengejar sesuatu,dan dia tidak melirik kami sedikitpun,dan dia bergegas meninggalkan kami dengan begitu cepat dan langsung menghilang entah kemana perginya.Dia mengendarai sepeda motornya dengan sangat laju,sehinggah kami sulit untuk mengikutinya.Saya dan juna akhirnya pergi makan di suatu rumah makan sederhana yang ada di pekanbaru.

                                                                MENATAP
Ibu adalah seorang yang sangat berarti buat saya. Setiap saya bersedih ibu selalu menghibur saya dan membuat saya tersenyum kembali. Saya dan ibu sama-sama hobby memasak,setiap ibu memasak di dapur saya selalu menolong ibu,seperti memotong sayur,membersihkan ikan,mencuci piring,dan masih banyak pekerjaan lainnya.Dengan menolong ibu saya merasa bisa sedikit meringankan pekerjaan ibu.Ibu selalu menasehati saya agar selalu berusaha dan bekerja keras untuk memperoleh sesuatu,saya selalu mengingat pesan ibu,karena saya ingin selalu melihat senyumannya dan menatap wajahnya yang penuh ketulusan itu.

                                                                MEMANDANG
Sesuai dengan ajaran islam maka ,orang melayu di Riau memandang kematian sebagai perjalanan menuju illahi.Dalam pandangan orang melayu,sebagaimana sering dibentangkan dalam berbagai karya sastra melayu akhirat adalah masa depan yang hakiki.Karena itulah dunia kadangkala dikiaskan sebagai titian menuju akhirat sebagaimana dilikiskan dalam kitab tujussalatin( Mahkota raja-raja). Siapa yang berlalai-lalai ditengah titian itu benar-benar akan menjadi orang yang paling merugi.

                                                                MELOTOT
Hari itu saya pergi kepasar bersama ibu saya untuk membeli sayur dan ikan yang akan dimasak buat makan siang.Disana saya bertemu dengan sahabat salah satu teman SMA saya dulu yang tidak saya sukai,dan dia terlihat sangatsombong sekali,dia tidak ada menyapa saya sedikitpun.Ketika sayaingin mengambilsayuran yang akan saya beli,dia langsung merebut sayuran itu dari tangan saya,dan berkata “Aku mau sayuran yang ini”dan dia pun melototi mata saya,sayapunlangsung memarahinya,dan kemudian terjadilah perang mulut diantara kami berdua.Ibu melihat saya berkelahi dengan perempuan itu.ibu saya langsung mengajak saya pulang,dan akhirnya saya menuruti ajakan ibu.   

                                                                MENUTUP MATA
Tanggal 22 januari adalah hari ulang tahun saya.Disaat itu saya sedang makan dirumah,tiba-tiba terdengar suara orang memanggil dari luar rumah,sayapun bergegas untuk melihat siapa yang datang kerumah,setelah saya membuka pintu,ternyata yang datang adalah teman-teman saya.Mereka memberikan sebuah kejutan bagi saya yaitu sebuah kue ulang tahun yang begitu indah,dan merekapun menyuruh saya untuk menutup mata  sayapun bahagia sekali karena mereka masih ingat hari ulang tahun saya. Teman-teman saya memang selalu memberikanyang terbaik buat saya,meskipun sekarang saya jarang bertemu mereka,karena jarak kami yang berjauhaan.Teman-teman aku ada yang kuliahdi medan.dipadang,dan dijakarta,sehinggah kami susah untuk berkumpul bersama-sama,oleh karena itu kami hanya bisa berkomunikasi lewat telepon ataupun twitter saja.Saya dan teman saya tetap kompak seperti dulu dan masih tetap saling mengerti satu sama lain.

                                                                MEMBUKA MATA   
Dirumah saya selalu dimarahi oleh ibu,karena saya sangat pemalas sekali.Hari itu ibu menyuruh saya untuk belajar memasak dengan cara menolongnya memasak di dapur,sayapun menuruti perintah ibu.Ketika saya disuruh ibu untuk memotong bawang,dan sayapun mulai memotong bawang,terjadilah sesuatu dengan mata saya,mata saya tidak bisa dibuka,karena mata saya pedih akibat terkena irisan bawang disaat saya memotong bawang tersebut.Melihat saya kesakitan ibupun terlihat panik dan menyuruh saya membuka mata secara perlahan-lahan dan akhirnya mata sayapun sudah bisa dibuka dan tidak terasa pedih lagi.

                                                                MENGINTAI
Pada malam hari kami sekeluarga tidur dengan nyenyak,tiba-tiba terdengar suara berisik,dan ayah sayapun terbangun. Ternyata ada seorang yang mengintai isi rumah saya dari arah jauh,sayapun sempat melihat orang itu,tapi sayangnya wajah orang itu ditutup dengan topeng warna hitam.Ketika saya melihat orang itu dari dalam kamar,orangitu langsung lari dengan tergesa-gesa,akhirnya saya susah untuk melanjutkan tidur,karena khawatir orang itu masih mengintai rumah saya.

                                                                MENGINTIP                                            
Hari itu saya menjenguk teman saya yang lagi sakit,dan saat saya memasuki rumahnya saya mendengar suara orang menangis dari arah kamar teman saya.Dan saya mengintip dari pintu kamarnya yang agak sedikit terbuka,disitu saya melihat seorang anak kecil yang sedang menangis. Melihat anak kecil itu menangis saya merasa ingin sekali membujuknya agar tidak menangis lagi.

                                                                MENGEDIPKAN MATA
Saya punya seorang teman namanya Mujiati.Hari itu saya minta dia menemani saya untuk berbelanja disalah satu pusat perbelanjaan yangada di Pekanbaru.Disaat kami akan menaiki Eskalator,kami berpapasan dengan seorang cowok yang sangat tampan dan manis,dia menggunakan baaju warna hitam dan celana jeans biru.Saya dan muji melihatnya mengedipkan mata ke arah kami,entah kepada siapa dia mengedipkan matanya yang penting kami merasa bahagia sekali.

Selasa, 31 Januari 2012

Sejarah Semantik Bahasa Indonesia



Sejarah Semantik

Semantik di dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris semantics, dari bahasa Yunani Sema (Nomina) ‘tanda’: atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. Istilah tersebut digunakan oleh para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yang mempelajari makna. Semantik merupakan bagian dari tiga tataran bahasa yang meliputi fonologi, tata bahasa (morfologi-sintaksis) dan semantik.
Istilah semantik baru muncul pada tahun 1984 yang dikenal melalui American Philological Association ‘organisasi filologi amerika’ dalam sebuah artikel yang berjudul Reflected Meanings: A point in Semantics. Istilah semantik sendiri sudah ada sejak abad ke-17 bila dipertimbangkan melalui frase semantics philosophy. Sejarah semantik dapat dibaca di dalam artikel “An Account of the Word Semantics (Word, No.4 th 1948: 78-9). Breal melalui artikelnya yang berjudul “Le Lois Intellectuelles du Language” mengungkapkan istilah semantik sebagai bidang baru dalm keilmuan, di dalam bahasa Prancis istilah sebagai ilmu murni historis (historical semantics).
Historical semantics ini cenderung mempelajari semantik yang berhubungan dengan unsur-unsur luar bahasa, misalnya perubahan makna dengan logika, psikologi, dst. Karya Breal ini berjudul Essai de Semanticskue. (akhir abad ke-19).
Reisig (1825) sebagai salah seorang ahli klasik mengungkapkan konsep baru tentang grammar (tata bahasa) yang meliputi tiga unsur utama, yakni etimologi, studi asal-usul kata sehubungan dengan perubahan bentuk maupun makna; sintaksis, tata kalimat dalam semasiologi, ilmu tanda (makna). Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig. Berdasarkan pemikiran Resigh tersebut maka perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan, yakni:
1. Masa pertama, meliputi setengah abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig; maka ini disebut Ullman sebagai ‘Undergound’ period.
2. Masa Kedua, yakni semantik sebagai ilmu murni historis, adanya pandangan historical semantics, dengan munculnya karya klasik Breal(1883)
3. Masa perkembangan ketiga, studi makna ditandai dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yang berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara empiris
Semantik dinyatakan dengan tegas sebagai ilmu makna, baru pada tahun 1990-an dengan munculnya Essai de semantikue dari Breal, yang kemudian pada periode berikutnya disusul oleh karya Stern. Tetapi, sebelum kelahiran karya stern, di Jenewa telah diterbitkan bahan, kumpulan kuliah dari seorang pengajar bahasa yang sangat menentukan perkembangan linguistik berikutnya, yakni Ferdinand de Saussure, yang berjudul Cours de Linguistikue General. Pandangan Saussure itu menjadi pandangan aliran strukturalisme. Menurut pandangan strukturalisme de Saussure, bahasa merupakan satu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan (the whole unified). Pandangan ini kemudian dijadikan titik tolak penelitian, yang sangat kuat mempengaruhi berbagai bidang penelitian, terutama di Eropa.
Pandangan semantik kemudian berbeda dengan pandangan sebelumnya, setelah karya de Saussure ini muncul. Perbedaan pandangan tersebut antara lain:
1. Pandangan historis mulai ditinggalkan
2. Perhatian mulai ditinggalkan pada struktur di dalam kosa kata,
3. Semantik mulai dipengaruhi stilistika
4. Studi semantik terarah pada bahasa tertentu (tidak bersifat umum lagi)
5. Hubungan antara bahasa dan pikira mulai dipelajari, karena bahasa merupakan kekuatan yang menetukan dan mengarahkan pikiran (perhatian perkembangan dari ide ini terhadap SapirWhorf, 1956-Bahasa cermin bangsa).
6. Semantik telah melepaskan diri dari filsafat, tetapi tidak berarti filsafat tidak membantu perkembangan semantik (perhatikan pula akan adanya semantik filosofis yang merupakan cabang logika simbolis.
Pada tahun 1923 muncul buku The Meaning of Meaning karya Ogden & Richards yang menekankan hubungan tiga unsur dasar, yakni ‘thought of reference’ (pikiran) sebagai unsur yang menghadirkan makna tertentu yang memiliki hubungan signifikan dengan referent(acuan). Pikiran memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan yang arbitrer. Sehubungan dengan meaning, para pakar semantik biasa menetukan fakta bahwa asal kata meaning(nomina) dari to mean (verba), di dalamnya banyak mengandung ‘meaning’ yang berbeda-beda. Leech (1974) menyatakan bahwa ahli-ahli semantik sering tidak wajar memikirkan’the meaning of meaning’ yang diperlukan untuk pengantar studi semantik. Mereka sebenarnya cenderung menerangkan semantik dalam hubungannya dengan ilmu lain; para ahli sendiri masih memperdebatkan bahwa makna bahasa tidak dapat dimengerti atau tidak dapat dikembangkan kecuali dalam makna nonlinguistik.
Semantik dan Disiplin Ilmu Lain
Persoalan makna bukan saja dipelajari dalam semantic tetapi juga filsafat, logika dan psikologi. Dengan kata lain bahwa adanya hubungan antara linguistic yang memelajari makna dengan disiplin ilmu-ilmu lain diatas. Hubungan tersebut dikemukakan oleh George (i64:24) sebagai berikut :
Telah diketahui bahwa manusia dalam berkomunikasi menggunakan kalimat(namun ada pula yang berkomunikasi secara non verbal). Kalimat merupakan kajian sintaksis, sedangkan kalimat diucapkan oleh manusia mengandung makna. Dengan demikian dapat dilihat adanya hubungan antara tataran linguistic berupa sintaksis dan semantic.
Lebih lanjut George (1964) berpendapat bahwa selain hubungan antara linguistic, psikologi, logika dan filsafat, tampak pula kedudukan pragmatic semantic behavioral. Kemudian ada pula hubungan antara linguistic, psikologi, logika dan filsafat, tampak pula adanya filsafat linguistic.
Batas-batas pendekatan seorang linguis, filsuf, psikolog, dan orang yang bergerak dalam bidang logika dalam semantic susah untuk dijelaskan.
Semantic sebagai ilmu, memelajari pemaknaan dalam bahasa dan terbatas pada pengalaman manusia. Jadi, secara ontologism semantic membatasi masalah pada pengalaman yang dikajinya hanya pada persoalan yang terdapat didalam ruang lingkup jangkauan pengalaman manusia. Selain itu semantic membicarakan apa yang ditandai. Hal tersebut dikemukakan oleh Morris (1946) dalam bukunya berjudul signa, language dan behavior. Jadi jika seekor anjing bereaksi berharap adanya makanan apabila mendengar bel, maka bel tersebut sebagai penanda adanya makanan.
Sifat kemajemukan bahasa sering menimbulkan kekacauan semantic, misalnya dua oarng sedang berkomunikasi menggunakan kata yang sama untuk pengertian yang berbeda, atau sebaliknya. Namun kekacauan semantic dapat dihindari dengan prinsip kooperatif. Namun Kempson (1997:6) prinsip kooperatif berhubungan dengan kuantitas kata, kuantitas pembicaraan, hubungan pembicaraan dan penyampaian yang jelas.
Kesimpulan
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang tidak terlepas dari arti atau makna pada setiap perkataan yang diucapkan. Semantik merupakan salah satu cabang ilmu yang dipelajari dalam studi linguistik. Dalam semantik kita mengenal yang disebut klasifikasi makna, relasi makna, erubahan makna, analisis makna, dan makna pemakaian bahasa. Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna yaitu makna kata dan makna kalimat.

Semantik Bahasa Indonesia

 Catatan Mata kuliah Semantik
Semantik berasal dari bahasa inggris yang berarti semantik,dan dalam bahasa yunani yang berarti sema..
jadi semantik berarti ilmu yang mempelajari tentang tanda dan penanda.misalnya,meja dan kursi yamg disingkat menjadi ''mesi".
semantik muncul pada tahun 1984.manfaat mempelajari semantik yaitu untuk mengetahui makna yang terdapat dalam setiap kata.dan kita bisa mengerti apa yang ditulis..